Jumat, 19 Oktober 2012

Pidato Politik Prabowo Getarkan “Langit” Jatim


SURABAYA (jurnalberita.com).- Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) terobsesi atas kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan kemakmuran rakyatnya. Obsesi itu mencuat dan ia sampaikan dalam pidato politiknya yang menggetarkan ‘langit’ Jatim.

Dengan nada lantang dan serak-serak basah, Prabowo bagai Garuda memekikkan suara hatinya. “Delapan program aksi kita, untuk memajukan hakekat kehidupan bangsa dan negara itu  diambilalih dan dipelihara oleh Pemerintah. Namun, akan kita perbaiki agar lebih dapat membantu dan dapat meraih kepercayaan dari rakyat,” tandas Prabowo, disambut gemuruh tepuk tangan kader Gerindra.

Prabowo hadir bersama saudaranya Hasjim Djojohadikusumo dan petinggi Gerindra lain seperti Ketua Umum Prof. Dr. Suhardi dan Sekjennya Ahmad Muzani, dalam pelantikan pengurus Gerindra Jatim periode 2011-2016, yang memberikan mandat pada Suprijatno sebagai Ketua dan Faf Adisiswo sebaga Sekretaris, serta 10.000 kader yang memadati Gedung Jatim Expo, belum lama ini.

Tampak hadir pula tokoh kondang Permadi SH dan beberapa petinggi dan pejabat Jatim lain diantaranya, Gubernur Dr H Soekarwo dan Kepala Bakesbangpol Drs H Zainal MuhtadinMM.  Sedangkan dari kalangan politisi, hanya nampak Ketua Partai Golkar Jatim H Martono SH MSi dan  perwakilan Hanura Jatim.

Menurut Prabowo, Gubernur Jatim patut mendapat acungan jempol dan layak menjadi tokoh Gerindra. Hal itu nampak dari kesan pidato, yang menolak impor beras, garam dan gula. “Satu-satunya sosok gubernur di Indonesia yang bersuara lantang menolak produk yang bisa menyengsarakan rakyat. Tapi kita pahami, perjuangan tidak bisa sendirian, dengan banyak pihak namun dalam satu visi adalah lebih bagus,” tuturnya.

Pidato Prabowo yang lebih menggetarkan ‘petala langit Jatim’, adalah saat ia menggelorakan semangat dan suara kadernya, yang dilaporkan Suprijatno mencapai 10.000 kader.

“Ayo, lebih keras lagi dalam merespon yel-yel Partai Gerindra. Terus terang, kalau kita ikhlas dalam memajukan partai, akan memajukan nasih rakyat lebih baik lagi. Dan saya merasakan pancaran mata hati dari seluruh saudara-saudara kader Gerindra ini,” lontar mantan Danjen Kopasus ini.

Prabowo pun menyinggung kualitas kader yang loyal. Meski jumlahnya sedikit naun ia tetap bangga dari pada memiliki banyak kader namun tidak berkualitas.“Gerindra pun menolak kader yang tidak jujur, dengan mencuri dan menipu. Silakan saja tinggalkan Gerindra. Kita hanya berteman sebagai manusia,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo pun sempat mengkritik keras tingkah pejabat dan elit negeri ini yang cepat mengalah kepada pihak asing, dengan berprilaku neoliberalis.

  •  Prabowo Lantik Pengda IPSI Sumbar
PADANG (jurnalberita.com)- Setelah terpilih pada 12 April lalu, kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat resmi dilantik, Sabtu (30/6/12) oleh Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, H Prabowo Subianto.

Bertempat di Gedung Olahraga Universitas Negeri Padang, kepengurusan Pengda IPSI Sumbar yang diketuai oleh Drs. Fauzi Bahar M.Si itu resmi bertugas mengembangkan pencak silat selama lima tahun ke depan hingga 2016.

Dalam sambutannya di hadapan tokoh pencak silat Ranah Minang dan pengurus IPSI Sumbar, Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menyampaikan, tugas utama kepengurusan IPSI saat ini adalah mengembangkan Pencak Silat sebagai budaya lokal.

“Saat ini perlu dicamkan oleh seluruh pengurus pencak silat negeri ini untuk terus bergerak membumikan pencak silat. Jadikan pencak silat tuan rumah di negeri ini,” demikian disampaikan Prabowo seperti ditirukan Rasydi Sumetri M.Pd, wakil ketua Lembaga Kepelatihan IPSI Sumbar yang turut dilantik.

Memet, demikian mantan Pesilat Nasional itu biasa dipanggil, menyampaikan kepada jurnalberita.com melalui selulernya, dengan dilantiknya kepengurusan IPSI Sumbar tentunya akan semakin jelas tanggungjawab yang menjadi beban selama ini.

“Setelah pelantikan ini, banyak lagi tugas-tugas dan tanggungjawab yang harus segera dirampungkan. Terutama terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII akhir tahun ini,” terangnya.

Lebih jauh Memet menyampaikan, tugas dan tanggung jawab IPSI Sumbar di periode ini bukan sebatas even pertandingan saja. Namun lebih jauh sebagaimana disampaikan Prabowo dalam sambutannya, bagaimana mengembalikan Pencak Silat sebagai salah satu aset budaya negeri ini.

“Saat ini pencak silat tidak lagi menjadi budaya yang digemari oleh generasi muda. Hal itu mungkin saja disebabkan oleh cara kita semua mengemas pembelajaran pencak silat yang belum maksimal. Ini menjadi beban yang tidak ringan namun wajib dilaksanakan,” imbuh anggota Tapak Suci bergelar Kader Utama itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Ringin Contong | Berbagi Kasih Untuk Sesamanya